Bakteri Sakazakii – Apalagi ini
Bakteri Sakazakii, apalagi ini ? Ada-ada saja. Kiamat saja sudah. Hujan gak berhenti-henti, banjir, kebakaran, ibu hamil meninggal hanya karena kelaparan. wewww, berat-berat sekali berita hari ini.
Bakteri sakazakii ditemukan dalam penelitian Tim Institut Pertanian Bogor yang diketuai Doktor Sri Estuningsih sejak 2003 hingga 2006. Diketahui 22,73 persen susu formula dari 22 sampel dan 40 persen dari 15 sampel makanan bayi produk dalam negeri yang dipasarkan antara April hingga Juni 2006 terkontaminasi entrobacter sakazakii. Bakteri ini masuk kategori berbahaya karena bisa menyerang selaput otak. Hasil penelitian ini disangsikan Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari.
lengkapnya baca di metronews aja.
Konon, penelitian itu telah dilakukan sejak lama dan hasilnya telah diserahkan pada pihak BPOM November 2007, Sayangnya, pihak BPOM hingga kini belum mengumumkan nama-nama produk yang diduga tercemar bakteri tersebut. Lalu sampai kapan akan disembunyikan tidak diumumkan nama-nama produk tersebut. Atau menunggu lebih banyak korban lagi, baru kemudian ngeh dan kelabakan.
Terus orang tua yang punya bayi dan balita seperti saya ini apa tetep ngasi anak susu, atau kembali ke zaman bahula ngasi anak yeh titisan (apa ya bahasa Indonesianya ?)
Yang ini malah lebih parah lagi : “Saat ini, BPOM dan Balai Besar POM Jateng masih meneliti kebenaran isu susu formula itu mengandung bakteri dan kami masih menunggu hasilnya,” kata Dwi. [ baca di http://suryalive.com/content/view/643/51/ ].
Lah wong penelitiannya udah ada, terus isu apalagi yang dimaksud ?
Anakku kasihan banget kamu. Udah cek adbrite belum cair, sekarang ada “ISU“, kayak gini lagi. Wah, kalo gini terus kayaknya mending melihara sapi, terus perah sendiri deh :
UPDATE :
Ada berita terbaru soal ini, baca di blognya pak Dokter aja ya. Update-an pak dokter soal fakta bahwa IPB melakukan penelitian menggunakan susu yang sudah tak beredar lagi.
Tapi masa sihh, penelitian dilakukan pada susu yang udah gak beredar. Kalo bener, terus hasil penelitian itu untuk apa ? Toh susunya udah gak beredar. Trs seumpamanya ditemukan fakta terhadap susu yang udah gak beredar itu, terus mau diapakan, toh sudah kadung dikonsumsi masyarakat. Kalau menurut saya yang bodo ini sih mending meneliti susu yang masih beredar di masyarakat. Tul gak ? Halahh, apapun itu alasannya, baca aja blog pak dokter utk lengkapnya.
Baca disini
iya nie buat kita bingung n takut aja….
apa yah??? kalo sukawati saya tahu bos…….
#ekads : bingung ya,, sama
)
#balibuddy : duhh yang jadi pemandu wisata, taunya kota wisata aja